howler ♥ : kenangan dimasa lalu

Maaf buat yang baca cerita part 2 ini mungkin bakalan kecewa T___T *bungkuk bungkuk minta maaf sambil nangis Bombay * sebenarnya cerita ini hanya ada 1 part dan endingnya memang sengaja lia buat ngambang gitu tapi berhubung ada beberapa teman saya meminta cerita itu dilanjutkan jadi lah part 2 ini keburu dengan kecepatan super sisi romantisnya juga mungkin akan *sangat* kurang karna di part 2 ini khusus menceritakan beberapa kenangan masa lalu antara Robi , Viona , dan Andin yang lia singkat kurang lebih mirip Diary gitu mian kalo mengecewakan T___T *bungkuk bungkuk minta maaf lagi * tapi janji deh di part 3 (sekuel terakhir) bakal serius bikinnya >.< SELAMAT MENIKMATI PART GAZE CERITA SAYA INI😄

–       Robi POV –

: Agustus 2010 :

To : Viona

Maaf Viona tapi sekarang semuanya udah beda udah ga kaya dulu lagi , Robi ga bisa bohongin perasaan Robi . Robi emang masih sayang sama Viona tapi Robi sendiri ga yakin rasa sayang Robi kaya Viona kaya gimana

Maaf .

To :

–       Robi POV –

: Agustus 2010 :

To : Viona

Maaf Viona tapi sekarang semuanya udah beda udah ga kaya dulu lagi , Robi ga bisa bohongin perasaan Robi . Robi emang masih sayang sama Viona tapi Robi sendiri ga yakin rasa sayang Robi kaya Viona kaya gimana

Maaf .

To : Andinnnn

Maafin Robi bikin Andin kecewa , Maafin Robi , Robi sayang sama Andin Cuma Robi ga mau bikin Andin sakit lebih dari ini lagi Robi ga sanggup .

maafin Robi ga bisa Menuhin semua janji janji Robi .

Robi sayang Andin


Kurebahkan badan ditempat tidur kugunakan kedua tanganku untuk menutup kedua mataku , mudahan keputusanku kali ini tepat

: Januari 2010 :

Tak bisa kualihkan pandangan mataku darinya perempuan itu benar benar mempesona , senyumnya tawanya dan semburat merah dipipinya ketika tersenyum benar benar membuatku terpesona .Kalo tidak salah Namanya Andin aku tidak terlalu mengenalnya yang ku tau dia murid pindahan dari Bandung yang masuk sekolahku 1 bulan yang lalu dikelas 10 A . Hari ini dia menggunakan baju Batik Rok putih sepatu berwarna senada juga hiasan kupu kupu mungil tapi memancarkan pesona yang cukup membuat jantungku berdetak tak beraturan, hampir setiap hari aku mengamatinya dari kelasku , kelas kami kebetulan bersebelahan jadi aku leluasa memandangi wajahnya .

: Februari 2010 :

Hari ini ada pelajaran Biologi astaga aku lupa bawa baju Lab padahal hari ini kami praktek parahnya yang ga bawa baju Lab ga boleh ikut praktek . Bergegas kulihat jadwal pelajaran kelas lain yang ada 3 kelas yang kemungkinan besar membawa baju Lab 10 E , 10 D , dan 10 A cepat cepat aku berlari menuju ketiga kelas tersebut pertama kekelas 10 D dan alhasil aku terlambat ternyata teman teman sekelas ku yang lain juga lupa bawa akupun segera beranjak ke 10 E dan hasilnya sama -.- astaga pake acara bareng sih lupanya ni anak kelas , tinggal 1 kelas lagi harapanku 10 A ! .

“woy Dod , kelas kalian hari ini ada Biologi kan ? aku pinjam bajumu dong “

“ahh , telat lo Rob udah dipinjam sama Andreas baju Lab ku “

“aduh , gimana dong pinjam baju siapa aku “

“emm…bentar ya “ Tak lama kemudian Dodi berteriak

“WOYYYY ! yang baju Labnya belom pada dipinjem anak kelas lain siapa ? “

Heningggg……

Astaga alamat bakal dikeluarin nihh batinku….

“Nih , Pake punya Andin aja dulu”

Deg… tiba tiba saja aku terdiam suara itu

“Oh , oke thanks ya Ndin ni temen Dodi dari kelas 10 C yang mau pinjem namanya Robi “

Aku masih tak bisa berbicara apa apa , bahkan aku lupa bernafas untung dodi memukul pundakku jadi aku bisa tersadar dari keterpesonaanku terhadap sosok mungil nan imut itu *sok puitis autor*

“emm,, ehh , nggg iyaa engg eheheh iaa emm aku pinjam dulu ya “ jawabku gugup

“iya pake aja dulu nanti balikin ya “ jawabnya sambil tersenyum

Ya itu pertama kalinya aku berbicara dengan Andin secara langsung , dan setelah itu aku mulai berani mengajaknya berbicara bahkan kekantin bareng keberanianku tiba tiba saja muncul

: Maret :

Kami mulai sms-an ! ya aku benar benar senang sepertinya PDKT ku berjalan lancar , bahkan teman teman kami sudah banyak yang mulai mencium kedekatan kami terbukti dengan olokan olokan jail mereka benar benar membuatku malu ,ahaha apa lagi Andin pipinya bisa langsung memerah mirip tomat benar benar mengemaskan . Besok adalah saat yang tepat aku akan menyatakan perasaanku pada Andin .

: April :

Akhirnya , sekarang Andin sudah resmi jadi pacarku tak bisa kusembunyikan perasaan bahagiaku , senyumnya , tawanya , kerlingan matanya bahkan semburat merah pipinya itu bisa kumiliki aku bebas

menggengam tangannya yang mungil ,

melindunginya ,

menyediakan bahuku ketika ia bersedih

dan

mencium keningnya .

masa masa yang begitu indah aku tak ingin melepasnya .

–       Viona POV –

Fom : Robi

Maaf Viona tapi sekarang semuanya udah beda udah ga kaya dulu lagi , Robi ga bisa bohongin perasaan Robi . Robi emang masih sayang sama Viona tapi Robi sendiri ga yakin rasa sayang Robi kaya Viona kaya gimana

Maaf .

Tak bisa kutahan air mataku , mendadak semua kenangan itu muncul dikepalaku semua kenangan ku bersama Robi seperti film berputar secara acak dikepalaku . Tak sanggup kutahan air mataku . Malam ini aku hanya ingin menangis …

: Juni 2 tahun yang lalu :

Ini hari pertamaku date bersama Robi sebagai pacar , akhirnya aku pun tak menyangka bisa jadian dengannya kami awalnya adalah sahabat , ya sahabat yang sangat dekat tapi lama kelamaan aku mulai menyadari kalau ada perasaan lain dihatiku setiap ku memandang wajahnya , senyumnya , juga matanya perasaan lain , perasaan CINTA… dan ternyata Robi juga memendam perasaan yang sama padaku dan kemarin kami sama sama mengakuinya

: September 2 tahun yang lalu :

Aku memang egois , aku gampang sekali cemburu padanya , gampang sekali aku marah padanya kelakuanku sangat mirip dengan anak kecil tapi itu semua karna kau takut kehilangannya , aku tau aku egois padahal aku sangat sering dekat dengan laki laki lain tapi Robi tidak pernah marah padaku , dia selalu sabar terhadap sikap sikap ku

: Desember 2 tahun yang lalu :

Aku sudah tidak tahan , Robi juga sepertinya dia capek dengan sikapku yang so tegar , dengan sikap egois ku , dengan sikap childish ku . aku Cuma bisa pasrah biar dia saja yang putuskan semuanya aku sudah tidak tau lagi apa yang bisa kulakukan

: February 2 tahun yang lalu :

Hubungan kami sudah tidak bisa dilanjutkan lagi , akhirnya Robi memilih untuk meninggalkanku

“Kamu kenapa sih ! setiap hari kerjaannya Cuma main terus kamu lupa apa sama aku ? “

“kamu kenapa sih Vi ? sedikit sedikit marah , sedikit sedikit cemburu , sedikit sedikit kaya anak kecil setiap aku Tanya kenapa bilangnya selalu ga ada apa apa tapi entar pasti marah marah ga jelas kaya gini ! aku cape sam sikapmu yang kaya gini tau  ! aku cape kalo gini terus lenih baik  kita jalan masing masing aja ! , kamu ga usah urus kehidupan aku lagi , dan aku juga ga bakal ganggu kamu lagi … kita jalan masing masing aja “ Robi pun berlalu meninggalkanku , aku tak sanggup berkata apa apa lagi aku kaget dengan emosinya aku benar benar binggung …. Dan sekarang aku Cuma bisa menangis , menyesali kelakuanku aku menyesal ….

–       Andin POV –

From : ♥ Robiiiiii

Maafin Robi bikin Andin kecewa , Maafin Robi , Robi sayang sama Andin Cuma Robi ga mau bikin Andin sakit lebih dari ini lagi Robi ga sanggup .

maafin Robi ga bisa Menuhin semua janji janji Robi .

Robi sayang Andin

“Andin juga sayang sama Robi “

Gumamku sesenggukan yang ku khawatirkan benar benar terjadi Robi meninggalkanku , dan dia meninggalkanku tanpa alasan yang jelas dia meninggalkanku begitu saja . Dia berhasil menghancurkan semua harapanku …

Menangis hanya itu yang bisa kulakukan sekarang

:  Juni :

“ kita mau kemana coba ? mata Andin pake acara ditutup gini “

“kejutan pokoknya  “ jawab Robi sambil terus menutup mataku

“awas kalo macam macam Andin cubit nanti “

“Robi , balas ditambah bonus gelitikan dari Robi “

“aiss curang “

“ahahaha” tawanya benar benar membuatku damai .. bersama Robi kemanapun itu benar benar membuatku merasa aman

Tangannya yang hangat kini mendekap kedua mataku entah mau dibawanya kemana tapi aku tak peduli asal bersamanya semua perasaan khawatirku lenyap .

“surprise “

Dan ketika dia membuka mataku semuanya benar benar indah , ada lilin berbagai macam warna juga lampu lampu kecil yang terpasang disekeliling ruangan , sebentar ini bukan ruangan ini di…

Atap gedung astaga .. aku mendekap mulutku tak percaya dengan apa yang ada didepanku

“Happy anniversary 3 month sayang “

Katanya sambil tersenyum , aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku aku menangis ya aku menangis menangis terharu karnanya tak terhitung sudah berapa kali Robi memberikan kejutan kejutan buatku tapi ini yang paling bekesan yang terindah…

“lo ko malah nangis ?“ ditariknya aku kedalam dekapan hangat pelukannya aku benar benar terkesan dengan semuanya  aku tak sanggup berkata apa apa

“ma..ka..sihh..” ucapku tercekat , berusaha mengumpulkan kata kata indah yang bisa membalas semua kejutan ini tak kutemukan kata kata lain yang bisa membalasnya hanya “makasih” itu yang bisa keluar dari tenggorokanku

“iya sama sama sayang , udah jangan nangis lagi senyum dong “ katanya sambil tersenyum sambil melepasku dari peluknya

“iya “ ucapku berhasil tanpa sesenggukan lagi

“gitu dong “ dia pun tersenyum , kudekatkan wajahku dengan wajahnya kukecup pipinya lalu berbisik ditelinganya

“thanks , dear malam ini menjadi malam teristimewa buatku “ Robi sepertinya kaget dengan apa yang kulakukan barusan dan kalo tidak salah liat pipinya memerah oh , god benar benar cute

Tapi dengan cepat dia bisa kembali menguasi dirinya dibimbingnya aku ketengah lilin lilin itu yang setelah kusadari berbentuk hati kami duduk ditengahnya , dilepasnya jaketnya dan dipasangkannya kebadanku

“sini , biar ga dingin “

“emm… makasih “ jawabku gugup LAGI

“dulu kata Sayang, Sayang suka liat bintang kan”

“Iya , Robi masih inget ? “ jawabku antusias tak bisa kusembunyikan kegembiran serta keterkejutanku rasanya itu sudah lama sekali tapi ia masih mengigatnya

“Alasan Robi bawa sayang kesini supaya sayang bisa liat semua bintang bintang itu lebih jelas “

Tak sanggup berkata apa apa lagi kini aku hanya bisa tersenyum sambil melihat wajahnya

“makasih sayang , Andin sayang Robi “

“Iya , sama sama Robi juga sayang sama Andin “

Ucap Robi sambil mengecup keningku ~~~

–       Robi POV –

Apa yang sebenarnya terjadi padaku , aku mencintai Andin tapi aku juga ga bisa bohong kalau aku masih memendam perasaan pada Viona entah perasaan apa itu ,

“Rob “

“ummm” jawabku dingin

“ngapain Robi disini ? “

“emm lagi pengen nenangin diri “

“ohh , “

“Andin sendiri ngapain disini “

“emm.. Andin kebetulan lewat liat Robi disini jadi pengen liat aja “

“ohh ..”

“Emm , Andin juga pengen ngomong sama Robi “

“Apa ? “

“Andin tau , sekarang Andin bukan siapa siapa Robi lagi mungkin Andin ga bisa gantiin posisi orang itu dihati Robi memang terkadang Cinta itu dimana kita senang melihat orang yang kita senang bahagia walaupun terkadang dia bahagia bukan bersama kita , makasih buat semuanya itu semua benar benar berarti buat Andin , Andin senang kalo Robi senang kejar cinta Robi jangan buang buang waktu Robi jangan sampai Cinta itu pergi lagi . sekali lagi makasih buat semuanya pernah jadi orang yang nempatin hati Robi udah cukup buat Andin “

Andin pun berlalu sambil samar samar kulihat ia menangis

Begitu ku ingin mengejarnya tiba tiba kulihat ada sosok seorang wanita yang amat sangat kukenal…

“Viona ngapain kamu disini ? “

“ehh , kamu Rob emm ga ko Cuma lagi pengen nenangin diri aja “

“ohh , “

“Sorry sama kejadian kemaren Rob , aku ga tau tiba tiba aja kata kata itu keluar dari mulutku “

“ya udah lupain aja “ jawabku

“emm aku dengar kamu udah putus ya sama Andin ?  beneran ? “

“ya begitulah ….”

“sorry “

“itu bukan kesalahan kamu ko Vi santai aja “ jawabku menenangkannya

“iyaa… “

Tak lama kemudian suasana pun hening kami sama sama tak saling berbicara

“Robb” “Viii”

Tiba tiba saja secara tak sengaja kami sama sama memanggil

“emm , ga jadi kamu duluan aja “ kata Viona

“ahh , ga kamu aja Lady’s first” jawabku

“emm , ya udahh … sebenarnya kata kata ku kemaren serius Rob “

“hah ? kata kata yang mana “

“yang waktu kita ditaman belakang rumahku “

“yang mana “

“emmm…. Pas aku bilang aku masih sayang sama kamu itu serius , aku cape nyembunyiin semuanya Rob aku bener bener sayang sama kamu aku sanggup lagi nutupin semuanya “

“……………………………………………………………………..”

Dia.. akhirnya aku tau siapa yang benar benar ku cintai …….

…………………………………………..END…………………………………………

TBC @Howler : keputusan Akhir….

Heheheeheheeh gimana gimana ?????? tinggal 1 sekuel lagi dan cerita ini selesai kekekekeek~~~ ayoo kirimkan komentar kalian ^^

(sekuel ke 3 udah jadi setengah dan rencananya akan lia rilis begitu banyak yang request wkwkwkw😄 semakin banyak yang request makin cepat sekuelnya rilis ehehehehehehe)

Andinnnn

Maafin Robi bikin Andin kecewa , Maafin Robi , Robi sayang sama Andin Cuma Robi ga mau bikin Andin sakit lebih dari ini lagi Robi ga sanggup .

maafin Robi ga bisa Menuhin semua janji janji Robi .

Robi sayang Andin

Kurebahkan badan ditempat tidur kugunakan kedua tanganku untuk menutup kedua mataku , mudahan keputusanku kali ini tepat

: Januari 2010 :

Tak bisa kualihkan pandangan mataku darinya perempuan itu benar benar mempesona , senyumnya tawanya dan semburat merah dipipinya ketika tersenyum benar benar membuatku terpesona .Kalo tidak salah Namanya Andin aku tidak terlalu mengenalnya yang ku tau dia murid pindahan dari Bandung yang masuk sekolahku 1 bulan yang lalu dikelas 10 A . Hari ini dia menggunakan baju Batik Rok putih sepatu berwarna senada juga hiasan kupu kupu mungil tapi memancarkan pesona yang cukup membuat jantungku berdetak tak beraturan, hampir setiap hari aku mengamatinya dari kelasku , kelas kami kebetulan bersebelahan jadi aku leluasa memandangi wajahnya .

: Februari 2010 :

Hari ini ada pelajaran Biologi astaga aku lupa bawa baju Lab padahal hari ini kami praktek parahnya yang ga bawa baju Lab ga boleh ikut praktek . Bergegas kulihat jadwal pelajaran kelas lain yang ada 3 kelas yang kemungkinan besar membawa baju Lab 10 E , 10 D , dan 10 A cepat cepat aku berlari menuju ketiga kelas tersebut pertama kekelas 10 D dan alhasil aku terlambat ternyata teman teman sekelas ku yang lain juga lupa bawa akupun segera beranjak ke 10 E dan hasilnya sama -.- astaga pake acara bareng sih lupanya ni anak kelas , tinggal 1 kelas lagi harapanku 10 A ! .

“woy Dod , kelas kalian hari ini ada Biologi kan ? aku pinjam bajumu dong “

“ahh , telat lo Rob udah dipinjam sama Andreas baju Lab ku “

“aduh , gimana dong pinjam baju siapa aku “

“emm…bentar ya “ Tak lama kemudian Dodi berteriak

“WOYYYY ! yang baju Labnya belom pada dipinjem anak kelas lain siapa ? “

Heningggg……

Astaga alamat bakal dikeluarin nihh batinku….

“Nih , Pake punya Andin aja dulu”

Deg… tiba tiba saja aku terdiam suara itu

“Oh , oke thanks ya Ndin ni temen Dodi dari kelas 10 C yang mau pinjem namanya Robi “

Aku masih tak bisa berbicara apa apa , bahkan aku lupa bernafas untung dodi memukul pundakku jadi aku bisa tersadar dari keterpesonaanku terhadap sosok mungil nan imut itu *sok puitis autor*

“emm,, ehh , nggg iyaa engg eheheh iaa emm aku pinjam dulu ya “ jawabku gugup

“iya pake aja dulu nanti balikin ya “ jawabnya sambil tersenyum

Ya itu pertama kalinya aku berbicara dengan Andin secara langsung , dan setelah itu aku mulai berani mengajaknya berbicara bahkan kekantin bareng keberanianku tiba tiba saja muncul

: Maret :

Kami mulai sms-an ! ya aku benar benar senang sepertinya PDKT ku berjalan lancar , bahkan teman teman kami sudah banyak yang mulai mencium kedekatan kami terbukti dengan olokan olokan jail mereka benar benar membuatku malu ,ahaha apa lagi Andin pipinya bisa langsung memerah mirip tomat benar benar mengemaskan . Besok adalah saat yang tepat aku akan menyatakan perasaanku pada Andin .

: April :

Akhirnya , sekarang Andin sudah resmi jadi pacarku tak bisa kusembunyikan perasaan bahagiaku , senyumnya , tawanya , kerlingan matanya bahkan semburat merah pipinya itu bisa kumiliki aku bebas

menggengam tangannya yang mungil ,

melindunginya ,

menyediakan bahuku ketika ia bersedih

dan

mencium keningnya .

masa masa yang begitu indah aku tak ingin melepasnya .

–       Viona POV –

Fom : Robi

Maaf Viona tapi sekarang semuanya udah beda udah ga kaya dulu lagi , Robi ga bisa bohongin perasaan Robi . Robi emang masih sayang sama Viona tapi Robi sendiri ga yakin rasa sayang Robi kaya Viona kaya gimana

Maaf .

Tak bisa kutahan air mataku , mendadak semua kenangan itu muncul dikepalaku semua kenangan ku bersama Robi seperti film berputar secara acak dikepalaku . Tak sanggup kutahan air mataku . Malam ini aku hanya ingin menangis …

: Juni 2 tahun yang lalu :

Ini hari pertamaku date bersama Robi sebagai pacar , akhirnya aku pun tak menyangka bisa jadian dengannya kami awalnya adalah sahabat , ya sahabat yang sangat dekat tapi lama kelamaan aku mulai menyadari kalau ada perasaan lain dihatiku setiap ku memandang wajahnya , senyumnya , juga matanya perasaan lain , perasaan CINTA… dan ternyata Robi juga memendam perasaan yang sama padaku dan kemarin kami sama sama mengakuinya

: September 2 tahun yang lalu :

Aku memang egois , aku gampang sekali cemburu padanya , gampang sekali aku marah padanya kelakuanku sangat mirip dengan anak kecil tapi itu semua karna kau takut kehilangannya , aku tau aku egois padahal aku sangat sering dekat dengan laki laki lain tapi Robi tidak pernah marah padaku , dia selalu sabar terhadap sikap sikap ku

: Desember 2 tahun yang lalu :

Aku sudah tidak tahan , Robi juga sepertinya dia capek dengan sikapku yang so tegar , dengan sikap egois ku , dengan sikap childish ku . aku Cuma bisa pasrah biar dia saja yang putuskan semuanya aku sudah tidak tau lagi apa yang bisa kulakukan

: February 2 tahun yang lalu :

Hubungan kami sudah tidak bisa dilanjutkan lagi , akhirnya Robi memilih untuk meninggalkanku

“Kamu kenapa sih ! setiap hari kerjaannya Cuma main terus kamu lupa apa sama aku ? “

“kamu kenapa sih Vi ? sedikit sedikit marah , sedikit sedikit cemburu , sedikit sedikit kaya anak kecil setiap aku Tanya kenapa bilangnya selalu ga ada apa apa tapi entar pasti marah marah ga jelas kaya gini ! aku cape sam sikapmu yang kaya gini tau  ! aku cape kalo gini terus lenih baik  kita jalan masing masing aja ! , kamu ga usah urus kehidupan aku lagi , dan aku juga ga bakal ganggu kamu lagi … kita jalan masing masing aja “ Robi pun berlalu meninggalkanku , aku tak sanggup berkata apa apa lagi aku kaget dengan emosinya aku benar benar binggung …. Dan sekarang aku Cuma bisa menangis , menyesali kelakuanku aku menyesal ….

–       Andin POV –

From : ♥ Robiiiiii

Maafin Robi bikin Andin kecewa , Maafin Robi , Robi sayang sama Andin Cuma Robi ga mau bikin Andin sakit lebih dari ini lagi Robi ga sanggup .

maafin Robi ga bisa Menuhin semua janji janji Robi .

Robi sayang Andin

“Andin juga sayang sama Robi “

Gumamku sesenggukan yang ku khawatirkan benar benar terjadi Robi meninggalkanku , dan dia meninggalkanku tanpa alasan yang jelas dia meninggalkanku begitu saja . Dia berhasil menghancurkan semua harapanku …

Menangis hanya itu yang bisa kulakukan sekarang

:  Juni :

“ kita mau kemana coba ? mata Andin pake acara ditutup gini “

“kejutan pokoknya  “ jawab Robi sambil terus menutup mataku

“awas kalo macam macam Andin cubit nanti “

“Robi , balas ditambah bonus gelitikan dari Robi “

“aiss curang “

“ahahaha” tawanya benar benar membuatku damai .. bersama Robi kemanapun itu benar benar membuatku merasa aman

Tangannya yang hangat kini mendekap kedua mataku entah mau dibawanya kemana tapi aku tak peduli asal bersamanya semua perasaan khawatirku lenyap .

“surprise “

Dan ketika dia membuka mataku semuanya benar benar indah , ada lilin berbagai macam warna juga lampu lampu kecil yang terpasang disekeliling ruangan , sebentar ini bukan ruangan ini di…

Atap gedung astaga .. aku mendekap mulutku tak percaya dengan apa yang ada didepanku

“Happy anniversary 3 month sayang “

Katanya sambil tersenyum , aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku aku menangis ya aku menangis menangis terharu karnanya tak terhitung sudah berapa kali Robi memberikan kejutan kejutan buatku tapi ini yang paling bekesan yang terindah…

“lo ko malah nangis ?“ ditariknya aku kedalam dekapan hangat pelukannya aku benar benar terkesan dengan semuanya  aku tak sanggup berkata apa apa

“ma..ka..sihh..” ucapku tercekat , berusaha mengumpulkan kata kata indah yang bisa membalas semua kejutan ini tak kutemukan kata kata lain yang bisa membalasnya hanya “makasih” itu yang bisa keluar dari tenggorokanku

“iya sama sama sayang , udah jangan nangis lagi senyum dong “ katanya sambil tersenyum sambil melepasku dari peluknya

“iya “ ucapku berhasil tanpa sesenggukan lagi

“gitu dong “ dia pun tersenyum , kudekatkan wajahku dengan wajahnya kukecup pipinya lalu berbisik ditelinganya

“thanks , dear malam ini menjadi malam teristimewa buatku “ Robi sepertinya kaget dengan apa yang kulakukan barusan dan kalo tidak salah liat pipinya memerah oh , god benar benar cute

Tapi dengan cepat dia bisa kembali menguasi dirinya dibimbingnya aku ketengah lilin lilin itu yang setelah kusadari berbentuk hati kami duduk ditengahnya , dilepasnya jaketnya dan dipasangkannya kebadanku

“sini , biar ga dingin “

“emm… makasih “ jawabku gugup LAGI

“dulu kata Sayang, Sayang suka liat bintang kan”

“Iya , Robi masih inget ? “ jawabku antusias tak bisa kusembunyikan kegembiran serta keterkejutanku rasanya itu sudah lama sekali tapi ia masih mengigatnya

“Alasan Robi bawa sayang kesini supaya sayang bisa liat semua bintang bintang itu lebih jelas “

Tak sanggup berkata apa apa lagi kini aku hanya bisa tersenyum sambil melihat wajahnya

“makasih sayang , Andin sayang Robi “

“Iya , sama sama Robi juga sayang sama Andin “

Ucap Robi sambil mengecup keningku ~~~

–       Robi POV –

Apa yang sebenarnya terjadi padaku , aku mencintai Andin tapi aku juga ga bisa bohong kalau aku masih memendam perasaan pada Viona entah perasaan apa itu ,

“Rob “

“ummm” jawabku dingin

“ngapain Robi disini ? “

“emm lagi pengen nenangin diri “

“ohh , “

“Andin sendiri ngapain disini “

“emm.. Andin kebetulan lewat liat Robi disini jadi pengen liat aja “

“ohh ..”

“Emm , Andin juga pengen ngomong sama Robi “

“Apa ? “

“Andin tau , sekarang Andin bukan siapa siapa Robi lagi mungkin Andin ga bisa gantiin posisi orang itu dihati Robi memang terkadang Cinta itu dimana kita senang melihat orang yang kita senang bahagia walaupun terkadang dia bahagia bukan bersama kita , makasih buat semuanya itu semua benar benar berarti buat Andin , Andin senang kalo Robi senang kejar cinta Robi jangan buang buang waktu Robi jangan sampai Cinta itu pergi lagi . sekali lagi makasih buat semuanya pernah jadi orang yang nempatin hati Robi udah cukup buat Andin “

Andin pun berlalu sambil samar samar kulihat ia menangis

Begitu ku ingin mengejarnya tiba tiba kulihat ada sosok seorang wanita yang amat sangat kukenal…

“Viona ngapain kamu disini ? “

“ehh , kamu Rob emm ga ko Cuma lagi pengen nenangin diri aja “

“ohh , “

“Sorry sama kejadian kemaren Rob , aku ga tau tiba tiba aja kata kata itu keluar dari mulutku “

“ya udah lupain aja “ jawabku

“emm aku dengar kamu udah putus ya sama Andin ?  beneran ? “

“ya begitulah ….”

“sorry “

“itu bukan kesalahan kamu ko Vi santai aja “ jawabku menenangkannya

“iyaa… “

Tak lama kemudian suasana pun hening kami sama sama tak saling berbicara

“Robb” “Viii”

Tiba tiba saja secara tak sengaja kami sama sama memanggil

“emm , ga jadi kamu duluan aja “ kata Viona

“ahh , ga kamu aja Lady’s first” jawabku

“emm , ya udahh … sebenarnya kata kata ku kemaren serius Rob “

“hah ? kata kata yang mana “

“yang waktu kita ditaman belakang rumahku “

“yang mana “

“emmm…. Pas aku bilang aku masih sayang sama kamu itu serius , aku cape nyembunyiin semuanya Rob aku bener bener sayang sama kamu aku sanggup lagi nutupin semuanya “

“……………………………………………………………………..”

Dia.. akhirnya aku tau siapa yang benar benar ku cintai …….

…………………………………………..END…………………………………………

TBC @Howler : keputusan Akhir….

Heheheeheheeh gimana gimana ?????? tinggal 1 sekuel lagi dan cerita ini selesai kekekekeek~~~ ayoo kirimkan komentar kalian ^^

(sekuel ke 3 udah jadi setengah dan rencananya akan lia rilis begitu banyak yang request wkwkwkw😄 semakin banyak yang request makin cepat sekuelnya rilis ehehehehehehe)

One response to “howler ♥ : kenangan dimasa lalu

  1. Pingback: Howler ♥ : keputusan akhir | ♪♫•*¨*•.¸¸everything i ♥ here¸¸.•*¨*•♫♪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s